Novel Horor Terbaik untuk Halloween

Novel Horor Terbaik untuk Halloween – Bagi kamu yang menyukai cerita-cerita seram pasti kamu akan tertarik dengan beberapa novel yang memiliki cerita seram di bulan Halloween ini. Momen Halloween menjadi perayaan yang paling dinantikan oleh pencinta horor dan thriller. Tradisi bangsa Celtic kuno yang dirayakan setiap 31 Oktober bertepatan dengan akhir pekan panjang. Berikut 5 buku horor untuk menemanimu merayakan momen Halloween

1. Kisah Tanah Jawa

Bermula dari konten di YouTube dan media sosial, tim Kisah Tanah Jawa sekarang menulis buku yang diterbitkan oleh GagasMedia. Buku pertamanya Kisah Tanah Jawa sukses dicetak belasan kali, dilanjutkan dengan buku kedua Jajat Lelembut.

Tak berhenti sampai di situ, tim yang digawangi oleh Bonaventura Genta dan Om Hao itu menulis buku-buku lainnya. Di antaranya ada Unit Gaib Darurat, Pocong Gundul, Bab Gaib hingga buku terbaru yang segera terbit Tikungan Maut.

2. KKN Desa Penari (Simple Man)

Fenomena cerita horor KKN di Desa Penari yang ditulis oleh konten kreator Simple Man pun akhirnya dibukukan oleh Bukune. Novel setebal 253 halaman itu menceritakan kisah tentang sekelompok mahasiswa dan mahasiswi yang melakukan KKN di kawasan paling timur Pulau Jawa.

Saat melakukan KKN, mereka dihadapkan dengan kisah mistis yang berasal dari desa tersebut. Ada dua perspektif yang diceritakan yakni dari karakter Widya dan Nur.

3. Rumah di Perkebunan Karet (Brii Story)

Konten kreator Brii Story yang menulis cerita lewat Thread Twitter merilis novel Rumah di Perkebunan Karet. Ia mengisahkan tentang pengalaman Om Heri dan Om Wahyu yang bekerja di perkebunan karet di pedalaman hutan Lampung bagian selamat.

Pengalaman seram Om Heri itu membuat bergidik pembaca. Brii sendiri pernah digendong sosok tak kasat mata berukuran tinggi, besar, dan dibawa ke tengah perkebunan. Ia dipaksa melihat pemakaman seseorang.

Baca Juga : Novel Terbaik asal India

4. Lasmi (Falen dan Ara)

Novel yang mengisahkan tentang kuntilanak merah bernama Lasmi ditulis oleh Falen Zaman sebagai pengisah sekaligus editor penerbit Mediakita dan adiknya, Ara. Keduanya meramu cerita si kuntilanak merah dengan ciamik dan lebih detil ketimbang Thread.

Penulis Falen Zaman mengatakan adiknya Ara bertemu dengan Lasmi sejak bertemu di tahun 2013 ketika mengenyam pendidikan di salah satu universitas Bandung. Tak jauh dari kosan tempat Ara, ada sebuah pohon mangga besar yang menjadi tempat bagi Lasmi bersemayam.

Falen menceritakan Lasmi merupakan seorang sinden yang hidup di zaman penjajahan Belanda. Saat berusia 12 tahun, Lasmi yang cantik dan ayu bertemu dengan kekasih hati bernama Asep lalu keduanya menikah.

Di usia pernikahan ke-10, Lasmi akhirnya mengandung anak pertamanya. Tapi kisah tragis kembali terjadi di kehidupan Lasmi, ia tiba-tiba saja meninggal.

5. Sewu Dino (Simple Man)

Fenomena KKN di Desa Penari melambungkan nama Simple Man yang memulai aktivitas menulisnya dari thread cerita horor di akun Twitter. Sukses dengan novel KKN di Desa Penari, Simple Man mempersembahkan karya trilogi soal santet.

Buku yang berjudul Sewu Dino, Janur Ireng yang menjadi prekuel Sewu Dino, dan novel ketiga yang menjadi puncak semesta berjudul Rogot Nyowo.

By admin